Skip to content
Membangun kekayaan mental manusia demi kehidupan yang lebih bernilai

Merangkak Sebelum Berjalan

Kesadaran tentang adanya “proses” kehidupan selalu menumbuhkan harapan bagi kita dalam mengarungi kehidupan (termasuk dalam dunia bisnis). Kali ini, saya ingin berkisah tentang seorang penari balet bernama Ma Li yang salah satu tangannya diamputasi karena sebuah kecelakaan. Kondisi itu menyebabkan keseimbangan dirinya sebagai penari balet menjadi tak maksimal. Namun, karena harapan yang terus menyala, serta kecintaannya pada tarian balet, ia terus berlatih.

Hingga, suatu hari, ia berhasil merebut medali emas pada kompetisi tari khusus orang dengan kekurangan fisik sepertinya. Ia bahkan berjodoh dengan seorang bernama Tao Li, yang kemudian bersamanya berkeliling pentas menari ke seluruh negeri. Sayangnya, karena ada wabah penyakit—yang membuat gedung kesenian di mana-mana ditutup—mereka pun bangkrut.

Setelah masa krisis lewat, di sebuah malam, mereka mendapat inspirasi untuk menciptakan tarian yang unik. Untuk itu, mereka membutuhkan penari lainnya, yang juga kurang secara fisik. Singkat cerita, bertemulah mereka dengan seorang atlet bernama Zhai Xiao Wei yang diamputasi salah satu kakinya akibat kecelakaan saat masih kecil. Wei lantas ditawari menjadi partner menari Ma Li.

Karena bukan berlatar belakang seorang penari, Wei segera menolak. Tetapi, melihat keindahan tarian Ma Li, akhirnya ia mau belajar dan menjadi partner tari Ma Li. Berdua, mereka menumbuhkan harapan akan sebuah tarian unik yang tak ada duanya. Karena masing-masing punya kekurangan fisik, Li dan Wei harus berlatih sangat lama dan sangat keras, untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Mereka terjatuh berkali-kali, tak terhitung jumlahnya. Namun perjuangan mereka pun mendapat hasil yang luar biasa. Kejuaraan menari dimenangkan, nama keduanya pun mendunia.

Pembaca yang Luar Biasa,

Untuk meraih suatu hasil, ada proses yang tak bisa dilompati. Semua proses itu berjalan, berurutan, berkesinambungan. Inilah hukum alam yang tak bisa kita hindari. Dengan kesadaran itulah, kita seharusnya bisa terus memelihara harapan demi harapan dalam menempuh berbagai tantangan dan rintangan hidup. Ketika satu solusi sudah didapat, kita pun akan terus “dibuat” mencari solusi lain dari masalah yang muncul berikutnya.

Saat sedang berada pada tahap “merangkak”, kita sebenarnya sudah diajarkan tentang adanya harapan untuk bisa berjalan. Maka, dengan sendirinya, kita akan terus terdorong untuk mewujudkan harapan tersebut. Entah, berapa kali harus terjatuh, bangun lagi, jatuh, bangun lagi.

Adanya harapan akan terus menguatkan perjuangan kita! Istilah atau pepatah bijak yang saya ambil untuk judul artikel ini, bisa kita maknai sebagai ajakan untuk terus menumbuhkan harapan guna mencapai impian.

Mari, tumbuhkan harapan, nikmati proses dalam setiap tantangan, maka kehidupan akan jauh lebih membahagiakan.

Salam sukses, luar biasa!

Spread the love

Leave a Comment





Scroll To Top