Skip to content
Membangun kekayaan mental manusia demi kehidupan yang lebih bernilai

Menjadi Bahan Pembicaraan di Mana-Mana

Dalam pepatah Tiongkok, ada kondisi yang disebut sebagai 滿城風雨 man chéng fēng yu atau menjadi pembicaraan di mana-mana. Secara khusus, sebenarnya strategi ini adalah bentuk komunikasi dari mulut ke mulut, sebuah bentuk komunikasi yang telah lama, kuno, namun hingga kini masih terus menjadi ujung tombak penjualan. Cara membuat sebuah produk jadi pembicaraan di mana-mana masih menjadi salah satu solusi terbaik agar sebuah produk bisa terjual dengan maksimal.

Ada beberapa hal mendasar yang harus dipahami, untuk mensukseskan strategi ini.

Pertama, kualitas harus tetap jadi prioritas. Sebab, tanpa menjaga kualitas, orang yang sudah membeli akan kecewa. Ujungnya, pembicaraan di mana-mana yang awalnya sangat membuat orang penasaran, malah berujung pada pembicaraan negatif. Dan, hampir bisa dipastikan, jika itu terjadi, nilai buruk akan tersebar dengan sangat cepat. Akibatnya, produk yang belum matang, sudah layu duluan. Karena itu, kesiapan dan persiapan untuk menjaga kualitas produk agar tetap terjaga—minimal setara dengan yang dijanjikan—seharusnya jadi pegangan utama.

Kedua, dari segi layanan juga harus menjadi nilai tersendiri yang jadi perhatian. Untuk itu, dibutuhkan kesiapsiagaan menghadapi “banjir permintaan” ataupun kondisi percepatan yang tak diduga-duga. Ketika sebuah produk sudah dibicarakan di mana-mana, jika ternyata kita jadi kelabakan saking banyaknya permintaan, hal itu sering kali jadi bumerang. Ujungnya, pembeli atau calon pengguna ramai-ramai komplain. Jika tidak diantisipasi sejak semula, pelanggan yang kecewa bisa jadi akan menyebarkan berita kekecewaan tersebut ke mana-mana. Inilah mengapa, layanan juga tetap harus jadi perhatian utama.

Ketiga, harus disadari bahwa selalu ada orang yang puas dan tidak puas. Selalu ada sisi positif dan negatif. Ibarat komentar di media sosial, ada yang memberi jempol ke atas dan ada pula yang ke bawah. Semua itu lazim adanya. Tinggal, bagaimana kita menyikapi semua nada pembicaraan tersebut. Jika negatif, jadikan itu sebagai masukan untuk memperbaiki kinerja. Jika positif, jadikan itu sebagai standar untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan kemampuan selanjutnya.

Intinya, jika memakai strategi ini sebagai upaya meningkatkan usaha, tingkatkan kewaspadaan. Sebab, kalau sudah dibicarakan, ada tanggung jawab yang harus dipenuhi, sebagaimana janji yang diberikan. Kualitas, pelayanan, dan kemampuan untuk memberikan yang terbaik, harus bisa dikedepankan.

Salam sukses, luar biasa!

Spread the love

Leave a Comment





Scroll To Top