Skip to content
Membangun kekayaan mental manusia demi kehidupan yang lebih bernilai

Lakukan 6 Hal Ini Untuk Hidup Lebih Baik

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjadikan hidup lebih baik dan memaksimalkan hasil seperti yang diinginkan. Apa saja?

Berikut enam hal yang menurut Stephen Covey, penulis buku megabestseller 7 Habits of Highly Effective People, yang akan membuat hidup kita lebih baik dan lebih terarah.

(1) Jadilah lebih proaktif. Yang dimaksud di sini bukan sekadar mengambil inisiatif untuk hal yang menjadi tanggung jawab kita. Namun, kita benar-benar harus bisa memberdayakan diri sendiri dan sekitar kita. Sehingga, apapun yang kita lakukan untu pekerjaan/profesi kita, akan jauh lebih bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Kadang, kita meremehkan profesi kita. Padahal, setiap profesi sebenarnya pasti punya manfaatnya tersendiri. Pekerjaan/peran kita adalah satu bagian, yang menjadi “pelengkap” satu sama lain. Misalnya, seorang sopir akan jadi “kekuatan” bagi “bos” yang disopirinya, saat ia mampu mengemudi dengan profesional dan selalu mengantarkan sang bos ke tempat yang dituju dengan selamat dan tepat waktu. Tanpa disadari, perannya ini akan menjadikan banyak deal-deal besar bisa termaksimalkan.

(2) Tajamkan “kapak”. Ada banyak hal penting dalam hidup. Dan, bisa jadi semua terasa penting. Namun, kita tetap harus bisa menentukan prioritas. Kita memilih dan memilah mana proses kerja yang harus dimaksimalkan, sehingga semua urusan bisa terselesaikan dengan baik. Ada rumusan yang sering kita kenal dengan Hukum Pareto 20:80. Di sini, saat kita berhasil memprioritaskan 20% hal terpenting, maka sisanya yang 80% akan lebih mudah terselesaikan. Jadi, mari pertajam fokus di mana “kapak” kita akan diayunkan, sehingga benar-benar bisa menjadikan waktu demi waktu berjalan lebih efektif dan efisien.

(3) Coba untuk mengerti, sebelum ingin dimengerti. Dalam percakapan yang terjadi sehari-hari, sering kali kita lebih banyak mendominasi omongan. Namun, ada baiknya kita lebih mengutamakan mendengar terlebih dahulu, sebelum minta untuk didengar. Kita lebih mengutamakan memahami dulu, sebelum minta dipahami. Ibaratnya seorang sales yang baik, ia akan lebih mendengar dulu kebutuhan orang yang akan ditawari produknya, dibanding langsung menawarkan tanpa tahu apa yang diinginkan sang calon konsumen. Dengan pendekatan “memahami” lebih dulu, akan menjadikan sang sales justru bisa menawarkan banyak solusi bagi konsumen sehingga ia mau memakai produknya.

(4) Mulailah dengan visi: akan seperti apa kita ke depan. Kadang, kita hidup hanya sekadar menjalani hidup. Padahal, saat kita menentukan arah melangkah, kita pasti akan lebih mudah mengarahkan jalan kita menuju impian. Dengan benar-benar tahu apa yang hendak kita tuju,  serta target besar dan menantang apa yang hendak kita selesaikan, kita akan jauh lebih bisa mengarahkan kaki dan tangan—serta tubuh dan jiwa—pada tujuan demi tujuan.

(5) Bangun misi hidup yang jelas. Disadari atau tidak, kita hidup dengan nilai dan keyakinan yang mengarahkan kita pada sikap dan perilaku tertentu. Di sanalah, sebenarnya identitas kita akan terbentuk. Si A dikenal sebagai orang yang baik, si B dikenal orang yang cekatan, si C disebut sebagai orang yang tekun, semuanya sebenarnya dikenal karena nilai hidup yang dianutnya. Karena itu, dengan mengetahui persis misi hidup kita, tujuan yang hendak dicapai, dan nilai seperti apa yang akan kita kembangkan dalam hidup, kita akan lebih mudah mengarahkan diri pada pencapaian-pencapaian yang hendak kita wujudkan. Menurut Anda, apa yang paling penting dalam hidup Anda saat ini, untuk diperjuangkan? Bisa jadi, itulah misi hidup yang Anda cari selama ini.

(6) Berpikir menang-menang. Ada kalanya kita hidup ada yang menang dan kalah, ada saat gagal dan sukses. Kita harus menerima itu, apa pun posisi yang kita dapat. Namun, dengan berpikir menang-menang, apa pun hasil yang kita capai, sebenarnya kita telah jadi “pemenang” sesungguhnya. Saat berada di atas, kita menghargai yang sedang ada di bawah—bahkan bisa membawanya untuk ikut naik ke atas. Saat sedang di bawah, kita pun tak akan merasa sangat terpuruk karena sadar bahwa suatu saat, kita pun berhak berada di atas.

Mari, kita sadari potensi dan terus gali hal positif di sekitar kita. Masih ada cukup banyak waktu ke depan yang bisa kita maksimalkan. Namun yang terpenting, apa yang bisa kita lakukan hari ini—apa pun profesi dan peran kita—agar bisa mencapai hasil terbaik sesuai yang kita harapkan.

Spread the love

Leave a Comment





Scroll To Top