Skip to content
Membangun kekayaan mental manusia demi kehidupan yang lebih bernilai

Lac Rose, Danau Pink di Afrika

Sungguh indah fenomena alam di bumi ini. Salah satunya adalah Danau Retba (Lac Rose)—terletak di sebelah utara Semenanjung Cap Vert, sekitar 35 kilometer di timur laut dari Kota Dakar, Senegal. Warna airnya unik, merah muda seperti susu stroberi. Danau seluas 3 kilometer persegi ini, hadir laksana oase di tengah panasnya Afrika Barat.

Mirip Danau Kelimutu yang ada di Pulau Flores, NTT, Indonesia, danau ini juga bisa berubah warna. Ada kalanya danau ini berwarna ungu, kemudian menjadi ungu muda hingga merah muda mencolok.

Danau Retba menghasilkan warna paling cantik—yakni merah muda—pada puncak musim kemarau (bulan Januari hingga Maret). Pada saat itulah, mikroorganisme Dunaliella salina yang hidup di dalam danau menyerap serta menggunakan cahaya matahari untuk menghasilkan pigmen merah.

Danau dengan kedalaman 3 meter ini, juga mirip Laut Mati yang ada di Yordania, jika dilihat dari kandungan garam yang terlarut dalam airnya. Kandungan garam Danau Reba sangat tinggi, yakni 40 persen, satu setengah kali lebih tinggi dari Laut Mati. Dengan salinitas sedemikian tingggi, kita bisa langsung mengapung di atas permukaan tanpa harus “repot” mengayuh kaki dan tangan. Namun sebelumnya kita harus mengoleskan shea butter (lemak alami yang diekstrak dari pohon kacang shea) di sekujur tubuh, sebelum turun ke air, agar kulit tidak terluka karena iritasi. Juga, waspada terhadap panas tropis Afrika yang mencapai 40 derajat celsius. Konon, cara terbaik menikmati danau ini selain memandanginya adalah dengan berlayar bersama perahu kayu milik nelayan setempat.

Tak hanya dinikmati keindahannya, Danau Retba juga bisa menjadi sumber penghasilan bagi warga Afrika Barat sejak 1970. Dengan menggunakan sampan, keranjang, dan sekop, mereka menambang garam mineral dan menumpuknya di pinggiran danau. Diperkirakan ada 3.000 orang yang bekerja menambang garam di danau pink ini, setiap tahun. Mereka bisa mengumpulkan 60 ribu ton garam per tahun.

Setelah diolah, ada dua macam garam yang dihasilkan. Pertama, medium salt yang digunakan untuk mengeringkan/mengawetkan ikan dan dipakai di industri kulit. Yang kedua adalah big salt yang bisa digunakan pada makanan (garam rumahan), atau mencairkan es yang ada di jalanan Benua Eropa.

Spread the love

Leave a Comment





Scroll To Top