Skip to content
Membangun kekayaan mental manusia demi kehidupan yang lebih bernilai

Kekurangan Fisik Tidak Menjadi Halangan Untuk Berprestasi

Kanya Amberlee Sesser (27 tahun) adalah bukti bahwa kekurangan fisik tidak menjadi hambatan untuk berprestasi, bahkan saat orang lain memandang sebelah mata. Saat ini ia menjadi model dengan penghasilan hingga 1000 USD per hari (sekitar Rp 13,7 juta) dan telah menerbitkan bukunya sendiri. Kanya juga aktif menjadi pembicara dalam berbagai seminar sebagai pembicara inspiratif. Ia hidup mandiri dan bahagia.

Kanya Sesser lahir tanpa kedua kaki. Sewaktu kecil, di tanah kelahirannya Thailand, Kanya ditemukan oleh para biawaran di pintu sebuah kuil saat baru dilahirkan, dalam keadaan dibungkus selembar selimut. Ya, dia dibuang oleh orang tuanya karena lahir dalam kondisi tidak sempurna (kakinya hanya tumbuh sebatas paha) dan akhirnya dibesarkan oleh para biarawan.

Tak lama, ada keluarga yang mengadopsinya dan membawanya ke Portland, Oregon, Amerika Serikat. Mereka selalu mendukung aktivitasnya. Umur 15 tahun, Kanya baru belajar jadi model.

Setelah dewasa, ia pindah ke Los Angeles dan sukses meniti karier sebagai model profesional. Bahkan dia menjadi model merek lokal dan dunia terkenal, seperti Nike dan Billabong.

Kanya menyadari kekurangannya dari awal. “Aku tidak akan menyalahkan siapapun, aku tahu aku dibuang sejak bayi karena kondisiku yang tidak sempurna. Ini justru menjadi motivasiku. Aku tidak akan protes dan malah mensyukuri keadaanku, Aku masih bisa bergerak dan berjalan dengan tangan. Kita harus menjalani hidup menantang ini dengan cara tersendiri. Dibully tak masalah. Hidup terus berlalu!”

Kanya tak ingin dipanggil sebagai seseorang yang cacat atau difabel. “Difabel tampak seperti kata yang mencegah kamu untuk menjadi dirimu sebenarnya”, katanya. Ia pun menyebut dirinya sebagai seseorang yang berbeda dan unik.

Menjadi model punya tantangan tersendiri untuk Kanya. Model identik dengan wanita berparas cantik dengan fisik sempurna, tapi Kanya berbeda.

“Aku tidak melihat adanya masalah dengan terlahir tanpa kaki. Selama aku mau, aku akan berusaha, dan aku akan berhasil!” jelasnya.

Kanya juga berharap akan lebih banyak lagi model-model dengan kekurangan fisik sepertinya agar semua bisa melihat keunikan dari setiap individu. Dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi dan kerja kerasnya, ia mantap mengatakan motto hidupnya: NO LEGS, NO LIMITS!

Di sela-sela kesibukannya sebagai model, Kanya juga menyempatkan diri untuk liburan. Di Instagram pribadinya, terlihat jika ia sering berlibur ke pantai. Tempat yang sering dikunjunginya ialah Hawaii, dan Thailand. Tidak sekadar bersantai menikmati keindahan pantai, Kanya juga bisa berenang, kayaking, surfing, skateboard, menembak, dan ski. Kanya bahkan mengikuti 2018 Winter Paralympics South Korea khususnya di cabang Mono-ski.

Bukan dunia model dan olahraga ekstrim saja yang dia ikuti. Ia juga memulai shooting film TV series yaitu Code Black Buen Árbol.

Wah, semangat juang dan kemampuannya dalam berbagai hal sangat menginspirasi ya. Luar biasa!

Spread the love

Leave a Comment





Scroll To Top