Skip to content
Membangun kekayaan mental manusia demi kehidupan yang lebih bernilai

Hari Pahlawan: Sejarah dan Nilainya Pada Saat Ini

Penetapan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional didasari Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur, yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno.

Dalam Peringatan Hari Pahlawan Nasional, kita mengenang peristiwa 10 November 1945 yaitu pertempuran frontal antara arek-arek Surabaya dengan pasukan Sekutu (Inggris).  Sutomo alias Bung Tomo, menjadi salah satu tokoh yang berhasil membangkitkan perlawanan rakyat untuk melakukan perlawanan terhadap penjajah. Dan sejarah mencatatkan bahwa rakyat Surabaya berhasil memukul mundur pasukan Inggris.

Pahlawanku Sepanjang Masa

Tema Hari Pahlawan Tahun 2020 adalah “Pahlawanku Sepanjang Masa”. Tema ini memiliki makna bahwa perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah rela mempertaruhkan nyawanya demi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah sepantasnya dikenang sepanjang masa oleh seluruh masyarakat Indonesia. Apa yang dilakukan para pahlawan di zaman dulu, diharapkan dapat menginspirasi maupun memotivasi bangsa Indonesia saat ini (khususnya anak-anak muda), untuk terus meneruskan perjuangan mereka.

Jika dulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata, maka saat ini kita berjuang melawan berbagai masalah seperti kemiskinan, bencana alam, narkoba, korupsi, paham radikal, termasuk pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

Beberapa cara yang bisa kita lakukan pada saat ini, untuk meneruskan perjuangan para pahlawan:
1. Mendalami ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas diri kita, dan meraih prestasi di bidang pilihan kita.
2. Memperkaya wawasan, berpikiran terbuka, aktif mengikuti perkembangan zaman
3. Meningkatkan rasa solidaritas dan toleransi dengan sesama, serta menghargai serta menghormati perbedaan yang ada.
4. Optimis dan mau bekerja keras memperjuangkan apa yang pantas kita raih/target kita, dengan cara yang baik, benar, halal.
5. Ikut serta dalam proses demokrasi (gunakan hak pilih kita)
6. Giat mendukung usaha dan produk-produk lokal (dalam negeri)

Enam Pahlawan Nasional

Pemerintah sendiri, minimal mengadakan dua upacara resmi pada peringatan Hari Pahlawan Nasional 2020. Yakni Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Utama Kalibata pada pukul 08.00 WIB. Selanjutnya Upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara pada pukul 10.00 WIB.

Adapun 6 tokoh yang akan diberi gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2020:

Sultan Baabullah dari Provinsi Maluku Utara. Beliau merupakan Sultan ketujuh dan penguasa ke-24 Kesultanan Ternate di Kepulauan Maluku yang memerintah antara tahun 1570 dan 1583. Pada masa pemerintahannya, ia berhasil mengusir Portugis dan merupakan masa keemasan Kesultanan Ternate
Macmud Singgirei Rumagesan – Raja Sekar dari Provinsi Papua Barat. Beliau merupakan pejuang integrasi Papua yang dengan gagah berani menentang pemerintahan kolonial Belanda.
Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto, Tjokrodiatmodjo dari Provinsi DKI Jakarta. Beliau adalah Kepala Kepolisian pertama Negara Republik Indonesia, yang menjabat dari 29 September 1945 hingga 14 Desember 1959.
Arnold Mononutu dari Provinsi Sulawesi Utara. Beliau ditunjuk sebagai Menteri Penerangan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Dia juga dipercaya menjadi Duta Besar pertama Indonesia untuk Tiongkok.
MR. SM. Amin Nasution dari Provinsi Sumatera Utara. Beliau merupakan Gubernur pertama Sumatera Utara dan Riau. Dia juga seorang tokoh pergerakan Sumpah Pemuda.
Raden Mattaher Bin Pangeran Kusen Bin Adi dari Provinsi Jambi. Beliau merupakan seorang panglima perang Jambi yang terkenal ditakuti Belanda. Beliau menguasai strategi perang gerilya dan pertempuran maritim. Karena kelihaiannya mengatur serangan dan memenangkan peperangan di darat dan sungai, Raden Mattaher dijuluki Singo Kumpeh.

Luar biasa!

Spread the love

Leave a Comment





Scroll To Top