Skip to content
Membangun kekayaan mental manusia demi kehidupan yang lebih bernilai

Hal Baik Perlu Banyak Dipoles

Sukses sejati selalu perlu proses, perlu waktu, dan butuh diperjuangkan. Pepatah Tiongkok Kuno menyatakan, 好事多磨 ho shì duō mó atau “hal baik perlu banyak dipoles“.

Keramik atau kaca kristal yang indah dan mahal, terbentuk dari proses dibakar, dibentuk dan dipoles bukan hanya sekali dua kali saja, untuk mencapai bentuk yang diinginkan dan punya nilai tinggi. Tanpa “proses penderitaan” dibakar dan dibentuk pada suhu sangat panas, ia hanya akan jadi barang biasa yang kurang bernilai.

Sama halnya dalam kehidupan inim, semua orang pasti mengalami polesan kesulitan, entah di masa kanak-kanak, remaja atau dewasa, dengan derajat penerimaannya masing-masing. Kita bisa menjadikannya “mudah” saat kita justru menjadikan semua itu sebagai pembelajaran . Sehingga, kita bisa tumbuh menjadi sosok yang kuat dan tegar.

Saya pun mengalami banyak peristiwa yang menjadi sarana polesan diri hingga menjadi seperti saat ini. Saya ingat momen di masa remaja dulu, ketika hidup dalam kondisi kekurangan. Waktu itu, demi mendapat air bersih untuk diminum, kami harus menunggu air menetes di atas jam 12 malam. Mungkin karena rumah kami yang terletak diujung, aliran air tidak terjangkau dari PAM. Siang hari saat semua menggunakan air, rumah kami tidak kebagian air sama sekali, dan saat semua tetangga tidak memakai air di malam hari, akhirnya kami bisa mendapatkan “tetesan” nya.

Menunggu tetesan—bukan kucuran—air, agar sampai penuh satu ember, butuh waktu 1 jam lebih. Sangat membosankan. Saat menunggu itulah, saya memanfaatkan waktu untuk memoles diri . Bayangkan saja di Malang, cuaca semakin malam terasa semakin dingin. Untuk mengusir dingin, kantuk dan nyamuk, kungfu (melatih pukulan dan tendangan) menjadi olahraga yang pas untuk dilakukan. Dan semangat mental kungfu itulah yang menjadi salah satu sarana sukses saya mewujudkan impian menjadi aktor laga di Hongkong, dan bermanfaat di kemudian hari.

Setiap orang tentu punya kisah tersendiri. Dan, tergantung pada masing-masing orang bagaimana menyikapi masa polesan itu. Ada yang menggerutu, ada pula yang menjadikan itu sebagai sarana belajar. Semua tergantung pada diri kita! Mungkin saja, hari ini kita dilecehkan, dijatuhkan, diremehkan, dan terpuruk. Ingat, 好事多磨 hao shì duō mó, hal baik perlu banyak dipoles. Asal kita tekun memoles potensi diri, niscaya kemampuan akan terus meningkat dan pasti kesempatan Sukses akan muncul di hadapan kita, untuk kita raih!

Spread the love

Leave a Comment





Scroll To Top