Skip to content
Membangun kekayaan mental manusia demi kehidupan yang lebih bernilai

Cerita Motivasi

4 Jalan Kebahagiaan

Alkisah, ada seorang pemuda tampak mendatangi seorang tua bijak yang tinggal di sebuah desa yang begitu damai. Setelah menyapa dengan santun, si pemuda menyampaikan maksud dan tujuannya. “Paman, saya menempuh perjalanan jauh ini sesungguhnya untuk menemukan jawaban, bagaimana caranya membuat diri sendiri selalu gembira dan bahagia serta sekaligus bisa membuat orang lain selalu gembira?” Sesaat,…

Read More

Kita Tidak Bisa Menyenangkan Semua Orang

Alkisah pada suatu hari seorang pengusaha mebel mendapati seorang pria datang memarahi dirinya. Orang tersebut datang dengan membawa sebuah kursi sofa yang terbuka jahitannya. Ia marah karena merasa sudah membeli dengan harga cukup mahal, tetapi ternyata sofa itu mudah rusak. Dengan sabar, si pemilik toko pun meladeni dengan penuh perhatian. Singkatnya, ia pun bersedia membantu…

Read More

Taman atau Tempat Sampah?

Alkisah ada seorang tukang kebun yang sangat mencintai setiap pohon, tanaman, dan bahkan semak-semak kecil yang tumbuh di tamannya. Begitu sayangnya, sehingga ia tidak pernah sekali pun membuang dedaunan yang menguning dan dahan-dahan yang layu. Semua itu dibiarkannya tetap berada di dalam taman itu. Lama-kelamaan, setiap tempat kosong di taman kecilnya itu penuh dengan tumpukan…

Read More

Manisnya Hidup, Kita yang Tentukan

Pada suatu masa di Tiongkok, hiduplah seorang jenderal besar yang selalu menang dalam setiap pertempuran. Karena itulah, ia dijuluki “Sang Jenderal Penakluk” oleh rakyat sekitar. Suatu ketika, dalam sebuah pertempuran, ia dan pasukannya terdesak oleh pasukan lawan yang jumlahnya lebih banyak. Mereka melarikan diri hingga akhirnya terdesak ke pinggir jurang. Pada saat itu, para prajurit…

Read More

Pembuat Keajaiban

Alkisah, setelah selesai makan siang bersama, seorang pemuda bersama seorang teman kantornya berjalan santai menyusuri jalanan. Tiba-tiba dari arah yang berlawanan, seorang perempuan tua berpakaian sederhana menghampiri mereka sambil menenteng beberapa kantong plastik berisi sayuran. “Maaf Tuan, mau beli sayuran ini? Saya sendiri yang menanam dan memetiknya,” kata si nenek penuh harap, sambil tangan keriputnya mengulurkan beberapa…

Read More

Rumah Cicilan

Alkisah, ada seorang pemuda dari keluarga yang miskin yang rumah tinggalnya sering berpindah-pindah, karena ia hanya bisa mengontrak. Dalam hidup, keinginan terbesarnya adalah memiliki rumah sendiri. Karena itu, saat menikah, dia memaksa dirinya membeli rumah dengan cicilan selama 20 tahun. Akibatnya, dengan gajinya yang relatif kecil, ia harus mengatur pengeluarannya sedemikian rupa, sehemat mungkin, agar…

Read More

Ubahlah Sudut Pandang

Alkisah, suatu hari, seorang ayah muda membawa anaknya yang baru berusia sekitar 4 tahun untuk bermain di taman hiburan. Mereka sedang menantikan parade menyambut ulang tahun taman hiburan tersebut yang akan digelar mulai petang hari. Setengah jam sebelum atraksi dimulai, si ayah mengajak anaknya menuju tempat menunggu yang dianggap paling strategis untuk menonton parade. Tak…

Read More

Ulat Kecil yang Berani

Dikisahkan, ada seekor ulat kecil sejak lahir menetap di daerah yang tidak cukup air, sehingga sepanjang hidupnya, dia selalu kekurangan makanan. Di dalam hati kecilnya ada keinginan untuk pindah dari rumah lamanya demi mencari kehidupan dan lingkungan yang baru. Tapi dari hari ke hari dia tidak juga memiliki keberanian untuk melaksanakan niatnya. Hingga suatu hari,…

Read More

Anggrek dan Pohon di Hutan

Alkisah, di sebuah hutan, terdapat sebuah bunga anggrek yang tumbuhnya menempel pangkal batang sebuah pohon besar. Anggrek sangat nyaman bersama sang pohon karena selain bisa mendapat makanan yang cukup, ia juga terlindung dari teriknya sinar matahari dan derasnya air hujan yang mengguyur. Namun, suatu kali, bencana besar datang. Angin bertiup kencang saat itu, disertai hujan…

Read More

Membuka Kesadaran

Alkisah, ada seorang murid baru yang diperintah oleh gurunya untuk mengambil air di dekat sebuah sumur yang terletak di belakang perguruan. Si murid pun bergegas menuju ke belakang untuk melaksanakan tugas yang diperintahkan. Tanpa berpikir panjang atau mempelajari situasi di sekitar sana, pikiran dan langkah kakinya langsung tertuju pada sumur dan ember untuk menimba air.…

Read More
Scroll To Top