Skip to content
Membangun kekayaan mental manusia demi kehidupan yang lebih bernilai

9 Tips Pengusaha Untuk Tangguh Menghadapi Cobaan

Menjadi pengusaha sudah pasti banyak tantangannya. Bahkan, tak sedikit yang terasa sangat berat. Mulai dari cobaan berupa kegagalan, ditipu orang, hingga kebangkrutan. Namun, sepanjang jiwa entrepreneurship terus menyala, banyak pengusaha yang justru terus bertahan. Tak sedikit pula—sejarah membuktikan—mereka yang acap kali gagal, jatuh, dan terpuruk, malah mampu menjadi pengusaha sukses di bidang yang mereka geluti. 

Apa yang membuat para pengusaha itu begitu tangguh dalam menghadapi cobaan? Kuncinya, selalu berpikir serbamungkin dan semangat yang tinggi. Berikut penuturan dari Wayne Allyn Root, seorang yang gagal berkali-kali dalam bisnis. Ia menuliskan pengalamannya dalam buku From The Joy of Failure: How to Turn Failure, Pain, and Rejection Into Extraordinary Success:

  1. Selalu memegang teguh prinsip serbamungkin. Apa pun yang ada di dunia ini, jika kita mau berusaha, berupaya, dan berjuang mati-matian, pasti menghasilkan sesuatu. Karena itu, hilangkan kamus tidak mungkin dalam hidup. Mulailah dengan bermimpi besar, merencanakan hal besar, mengambil risiko besar, raihlah hal-hal besar!
  2. Selalu berpikir positif. Ungkapan gelas setengah kosong atau setengah isi adalah permainan pikiran yang ada pada diri kita. Satu hal yang sama, namun bisa sangat berbeda makna. Yang menyebut isi berpikiran positif, sedang yang berkata setengah kosong berpikir negatif. Dan, di sanalah kekuatan yang membedakan orang yang sering gagal tapi kemudian sukses, dan orang yang gagal terus dan akhirnya bangkrut. Menurut Allyn Root, imigran gelap di Amerika justru berpotensi empat kali lebih sukses daripada orang yang lahir dan besar di Amerika. Sebab, para imigran itu selalu ditanamkan pikiran bahwa seberat apa pun hidup di Amerika, di sana adalah “tambang emas”.
  3. Selalu berpikir kreatif. Prinsip mengubah lemon menjadi limun (sejenis minuman ringan), mengubah tomat menjadi saus, adalah satu dari sekian banyak cara untuk mengubah yang tak mungkin menjadi mungkin. Dengan berpikir kreatif, kita akan mendapatkan solusi atas semua persoalan.
  4. Selalu memiliki rasa percaya diri tinggi. Orang akan selalu melihat diri kita sebagai cerminan dari apa yang kita lakukan. Jika kita sendiri sering mengeluh, tidak bersyukur atas apa yang ada pada diri, dan mengembangkan sikap negatif lainnya, bagaimana orang akan menilai kita? Tapi, jika kita selalu percaya diri, mencintai setiap yang kita kerjakan, bekerja dengan semangat, penuh sikap optimis, maka orang yang berbisnis dengan kita pun akan merasakan hal sama. Dengan begitu, mereka pun tak segan akan terus menjaga hubungan baik dengan kita.
  5. Selalu penuh syukur. Sepertinya sederhana. Tapi, jika kita mampu bersyukur atas apa yang kita terima—termasuk segala ujian dan cobaan—maka tubuh dan gerakan kita pasti akan terlihat gembira dan bahagia. Dan, sinyal semacam itu biasanya akan menarik pula kebaikan dari orang-orang di sekeliling. Karena itu, cobalah untuk menikmati setiap apa yang kita terima, baik gagal dan sukses dalam setiap usaha yang dijalankan.
  6. Selalu berpikir optimis. Jika syukur adalah berpikir positif terhadap apa yang kita terima, maka optimis adalah berpikir positif terhadap apa yang ada di sekeliling kita. Tak peduli goncangan ekonomi melanda, krisis politik terjadi, pemerintahan yang kurang peduli, namun jika kita selalu berpikir optimis, ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Tidakkah kita menyadari, bahwa saat ini kita ada teknologi, faksimili, telepon, email, website, dan berbagai hal lainnya yang bisa memudahkan usaha kita? Sehingga, tantangan yang ada di luar—dengan penyikapan yang positif, dan dibantu teknologi yang ada—pasti bisa kita atasi.
  7. Selalu berpikir besar. Banyak orang yang justru merasa takut berpikir besar karena takut tak akan sampai. Jika itu terjadi, sebenarnya pikiran itu sendirilah yang membatasi. Kita sendiri yang acap kali tak tahu bagaimana sebenarnya kemampuan kita. Mirip kisah gajah yang sedari kecil kakinya dirantai. Begitu besar dan memiliki tenaga superkuat, ia tetap merasa rantai itu tak bisa dipatahkan karena di pikirannya sedari kecil, rantai itu sangat kuat. Cobalah ubah orientasi berpikir kita. Pancangkan target setinggi bintang. Kalau pun tak sampai, bisa jadi kita sudah “mendarat” di bulan, dan bukan sekadar tetap menginjak bumi bukan?
  8. Selalu jauhkan pikiran-pikiran yang mengecilkan kita. Banyak orang yang takut memulai usaha karena sebelumnya sudah merasa banyak batasan. Tak bisa ini, tak punya itu, hingga akhirnya menyerah sebelum bertanding. Padahal, setiap manusia terlahir dengan segenap potensi luar biasa yang bisa diasah. Cobalah tanya Bill Gates untuk bercocok tanam, pastilah ia akan kesulitan. Atau, suruhlah Warren Buffet membuka usaha restoran. Mungkin saja ia bisa, tapi bisa jadi tak akan berkembang seperti usahanya di bidang saham. Itulah fakta bahwa sebenarnya, setiap orang memiliki “jatah” sendiri-sendiri. Karena itu, jangan pernah membatasi pikiran bahwa kita tak bisa ini dan itu. Cari dan fokuslah pada apa yang kita bisa dan kuasai, dan maksimalkan.
  9. Selalu lakukan persiapan. Sebuah pepatah mengatakan, saat gagal membuat rencana, sebenarnya kita sudah merencanakan kegagalan. Artinya, kita dianjurkan untuk terus berupaya membuat aneka persiapan terhadap apa pun yang kita lakukan. Ingat, bisnis tak ada bersifat instan. Buatlah berbagai jenjang rencana dan cadangannya—plan A, B, C, bahkan hingga Z—untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Lantas, maksimalkan potensi yang ada untuk membangkitkan diri dari berbagai ujian dan tantangan yang ada.
Spread the love

Leave a Comment





Scroll To Top