Skip to content
Membangun kekayaan mental manusia demi kehidupan yang lebih bernilai

5 Konsep Berbagi Untuk Sukses Menjadi Pengusaha

Banyak orang yang mengalami “terapi kejutan mental” saat ingin pindah “kuadran” dari pekerja menjadi pengusaha. Sebab, di perusahaan yang lama, semua serba sudah rapi dan teratur. Sistem sudah bekerja dan mendukung pekerjaan seseorang sepenuhnya. Namun, ketika kita bekerja sendiri atau menjadi pengusaha, ia harus mulai dari bawah dan harus mampu mengemban tanggung jawab sebagai owner yang mampu bekerja di semua lini.

Pada titik awal, biasanyakitaa akan sangat excited dan menikmati bekerja dengan ritme yang diatur sendiri. Sehingga, semua pekerjaan dengan enak dijalani sendiri. Tetapi, seiring dengan berjalan waktu dan bertambahnya pekerjaan karena membesarnya usaha, pekerjaan yang tadinya bisa ditangani sendiri, kemudian justru jadi tumpukan pekerjaan yang menggunung. Jika tak segera diatasi, hal semacam ini akan menjadi beban tersendiri. Kalau ini yang terjadi—kuncinya sebenarnya cukup sederhana—segeralah berbagi, menjadi sharing-preneur.

Dalam konteks ini, berbagi bisa kita lakukan dalam banyak hal. Bukan hanya berbagi dengan karyawan yang menjadi bawahan di usaha baru kita, tapi juga berbagi dengan orang lain, relasi, atau pun partner usaha. Sehingga, dengan berbagi, kita akan mendapatkan manfaat maksimal untuk usaha yang kita jalani.

· Berbagi tanggung jawab
Hal pertama yang paling sering dialami oleh tipikal pengusaha one man show, alias semua dikerjakan sendiri adalah sulit berbagi tanggung jawab. Kadang, karena merasa orang yang membantu kurang mumpuni atau kurang dipercaya—padahal sejatinya karena belum terbiasa—ia malas atau takut menyerahkan tanggung jawab kepada bawahan atau rekan kerja. Ujung-ujungnya, pekerjaan menumpuk dan kinerja justru jadi tidak maksimal.

Padahal, dengan berbagi tanggung jawab dan kepercayaan, kita justru akan mendapatkan banyak masukan. Karena itu, biasakan membagi tanggung jawab sesuai dengan peran dan potensi masing-masing individu yang ada dalam tim dalam usaha kita.

· Berbagi ilmu
Jangan pelit berbagi ilmu. Ini berkaitan pula dengan masalah tanggung jawab. Kadang, kita masih menemukan berbagai kesalahan dilakukan oleh tim sehingga melunturkan kepercayaan. Jika ini terjadi, sebelum lebih parah, jangan segan berbagi ilmu kepada bawahan atau rekanan. Sebab, saat kita berbagi ilmu, bukannya berkurang, namun kita justru akan mendapatkan feedback ilmu lain yang barangkali juga dimiliki oleh orang-orang di sekeliling kita.

Memang, kemampuan dan kapabilitas yang kita bagikan kadang mengundang rasa cemas. Karena, bisa jadi orang tersebut saat menguasai ilmu yang sama, justru akan jadi pesaing utama kelak di kemudian hari. Kalau ini yang terjadi, hapuskan segera pikiran buruk itu. Sebab, bukankah jika kita selalu bisa memberikan yang terbaik, tak perlu takut akan kompetisi? Malahan bisa jadi, karena merasa dipercaya dan diberi banyak ilmu, seorang bawahan atau rekanan akan memberikan kontribusi yang lebih maksimal untuk kemajuan bersama.

· Berbagi informasi
Berbagai informasi penting berseliweran di sekeliling. Semuanya pasti mengandung ilmu atau pengetahuan yang akan berguna untuk menciptakan kesempatan. Karena itu, dengan berbagi informasi, kita justru akan mendapatkan banyak masukan dari berbagai pihak tentang kemungkinan peluang yang bisa kita kerjakan.

Selain itu, dengan berbagi informasi, kita juga bisa menjalin sinergi dengan berbagai komponen dari dalam dan di luar lingkup usaha kita. Sebab, kita tidak pernah tahu, bahwa ternyata orang di sekitar kita, barangkali memiliki sumber daya yang bisa kita maksimalkan untuk memuluskan usaha. Dan, semua itu bisa terjadi jika kita bisa saling menyebarkan informasi satu sama lain bukan?

· Berbagi peluang
Hal ini berhubungan juga dengan pengembangan usaha. Semakin kita mau berbagi peluang, sebenarnya justru semakin besar kemungkinan usaha kita makin menggurita. Hal ini bisa kita lihat dengan sistem usaha waralaba atau franchise. Konsep usaha tersebut sebenarnya adalah konsep berbagi peluang dengan relasi.

Bayangkan, jika hanya dilakukan sendiri, untuk membuka cabang usaha, sebuah perusahaan pasti memerlukan banyak uang, waktu, dan tenaga. Tapi, dengan konsep saling berbagi peluang, maka peluang yang terbagi akan meratakan rezeki. Dan, sang franchisor atau pemilik waralaba sudah pasti akan diuntungkan dengan perluasan usahanya. Inilah bukti bahwa berbagi peluang bukannya mengurangi kesempatan, tapi justru menumbuhkan usaha hingga berlipat ganda.

· Berbagi rezeki
Konsep berbagi rezeki ini selain menegaskan konsep berbagi peluang, bisa juga kita lakukan dalam wujud berbagi hasil dengan karyawan di usaha kita. Berbagi rezeki dengan sistem bagi hasil ini sederhananya adalah konsep bekerja dengan upah berdasar kinerja. Makin maksimal kerja, makin besar pula hasil yang didapatnya. Sehingga, karyawan yang bekerja dengan kita pun akan “menghitung”, bahwa makin giat bekerja, makin besar pula pendapatannya. Ini selain mendorong kinerja, juga akan meningkatkan daya kreativitas seseorang dalam melakukan tugasnya.

Konsep berbagi rezeki ini bisa kita lihat pula dalam usaha network marketing dan sejenisnya. Dengan berbagi rezeki melalui sistem komisi atau sistem berjenjang, banyak bonus yang kemudian mampu mendorong orang untuk bekerja lebih maksimal.

Begitulah, inti dari berusaha sebenarnya terletak pada kesadaran kita berbagi. Dan, ada satu rahasia di balik semua “pembagian” ini. Seperti bilangan matematika, semua angka yang dibagi dengan nol, maka hasilnya tak berbilang. Jika kita mau membagi—menjadi sharing-preneur—dengan nol yang berupa ketulusan dan keikhlasan, maka hasil yang tak terbatas akan kita peroleh tanpa disadari. Jadi, mari kita mulai terus berbagi…

Spread the love

Leave a Comment





Scroll To Top