Skip to content
Membangun kekayaan mental manusia demi kehidupan yang lebih bernilai

5 Entrepreneur Dunia yang Sukses Mengubah Nasib

Bukan darimana Anda berawal, tapi bagaimana Anda ingin berakhir. Nasib hidup Anda sendiri yang menentukan! Sama seperti para entrepreneur berikut ini. Mereka mengawali hidup dengan permulaan yang sangat sederhana, dan sekarang mereka termasuk dalam orang-orang paling kaya dan sukses di dunia ini.

Howard Schultz menggunakan hatinya

Terlahir dari orang tua yang tidak lulus SMA dan seorang supir truk, Howard Schultz tumbuh besar di rumah susun sederhana di Brooklyn. Sejak kecil orang tuanya mendorong untuk percaya pada kata hati dan kemampuannya sendiri, hingga akhirnya berhasil menjadi orang pertama di keluarganya yang mendapat pendidikan hingga universitas.

Dalam bukunya yang berjudul “Pour Your Heart Into It: How Starbucks Built a Company One Cup at a Time”, ia menceritakan perjuangannya untuk membayar kuliah mulai dari menjadi bartender, menjual peralatan dapur dan rumah tangga, hingga menjabat sebagai tenaga marketing di sebuah toko penjual kopi bernama Starbucks. Idenya untuk memulai sebuar bar kecil untuk menyajikan espresso, ditolak oleh atasannya. Karena itu Howard memutuskan untuk membuka usahanya sendiri dengan menggunakan biji kopi yang sama dari tempatnya bekerja.

Dua tahun kemudian tepatnya tahun 1987, Howard membeli Starbucks senilai US $3.8 juta. Pada 2018, pendapatn kotor Starbucks mencapai US $24.71 miliar per tahun, yang menjadikannya dikenal sebagai seorang cendikiawan bisnis, dengan total kekayaan sebesar US $4.1 miliar menurut Forbes di November 2010.

Oprah Winfrey mengendalikan bisnisnya

Mengalami pelecehan seksual dan sempat hamil saat remaja adalah bagian dari masa lalu Oprah. Ibu Oprah masih remaja ketika melahirkannya dan membesarkannya seorang diri di daerah miskin Mississippi, AS di tahun 1950-an dan 1960-an.

Berkat kecerdasannya, Oprah menerima beasiswa dari Tennessee State University. Ia pun mengambil jurusan jurnalistik radio dan televisi, lalu bekerja paruh waktu di stasiun radio kampus hingga kemudian menjadi ppembawa berita di stasiun televisi di Kota Nashville.

Saat usianya 32 tahun, Oprah berkesempatan mengisi sebuah acara TV yang bertahan hingga 25 tahun. Kepandaiannya dalam berbisnis dan berkomunikasilah yang menaikkan statusnya menjadi seorang miliarder. Kesuksesan usaha multimedia Harpo Productions dan Oprah Winfrey Network miliknya membuat Oprah memiliki kekuatan untuk menggerakkan yang tidak hanya dikenal ketika ia berbicara melalui layar kaca tetapi juga ketika berhadapan langsung di meja dewan. Per Oktober 2019, estimasi kekayaan Oprah mencapai US $2.7 miliar.

Larry Ellison mengalahkan semua rintangan

Mengalami radang paru-paru di usia 9 bulan, membuat sang ibu menyerahkan Larry untuk diadopsi oleh paman dan bibi yang statusnya saat itu masih sebagai imigran dan miskin. Sosok ayah angkatnya pernah mengatakan bahwa Larry tidak akan pernah bisa menjadi seseorang yang berhasil.

Larry meninggalkan kuliah di tahun kedua tanpa mengikuti ujian akhir di University of Illinois at Urbana–Champaign karena saat itu ibu angkatnya meninggal. Ia sempat terdaftar di University of Chicago selama satu semester, kemudian pindah ke California.

Setelah beberapa kali bekerja di perusahaan lain, Larry dan kedua rekannya mendirikan Software Development Laboratories dengan modal investasi gabungan sebesar $2,000. Pada tahun 1982, perusahaan tersebut berganti nama menjadi Oracle Systems Corporation sesuai dengan produk utamanya Oracle database.

Oracle mengembangkan dan memasarkan teknologi dan piranti lunak database, sistem rekayasa cloud, serta berbagai produk piranti lunak. Pada 2015, Oracle menjadi pembuat software terbesar kedua berdasarkan jumlah pendapatan, setelah Microsoft.

Di usianya yang saat ini 75 tahun, Larry masih aktif bekerja, dengan estimasi kekayaan sebesar US $ 69.1 Miliar per Oktober 2019, menjadikannya sebagai orang terkaya ke-4 di AS.

Jeff Bezos menunjukkan nilai etika bekerja sejak kecil

Pemilik nama asli Heffrey Preston Bezos ini lahir pada 12 Januari 1964 di Albuquerque, New Mexico. Saat kecil hingga remaja, Jeff berkerja keras membantu di perkebunan dan peternakan milik keluarga. Kegiatan seperti memasang pipa dan memerah sapi menjadi tugas hariannya. Namun dunia bisnis dan teknologi seperti menjadi panggilan hidupnya.

Bezos kemudian lulus sebagai Sarjana Ilmu Komputer dan Teknik Listrik dari Universitas Princeton. Ia pun diterima bekerja di sebuah perusahaan besar dan ditugaskan untuk meneliti peluang bisnis potensial yang bakal berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Dalam penelitian tersebut, dia melihat bahwa bisnis yang berhubungan internet bakal sangat maju. Hal ini memicu dirinya untuk memulai bisnis sendiri pada tahun 1993.

Ia membangun toko buku online bernama Amazon tahun 1994. Meski pada awalnya toko online yang dirintisnya hanya menyediakan produk buku saja, namun dengan data riset yang dimilikinya, Bezos memiliki keyakinan besar bahwa bisnis yang dijalankannya akan berkembang dengan pesat ke depannya. Sesuai dengan apa yang ia yakini, Amazon sukses bertransformasi menjadi situs penjualan online terbesar, yang menyediakan berbagai produk yang lengkap dan sangat beragam.

Menurut data terbaru, pada Januari 2020 Bezos menduduki posisi teratas orang terkaya dunia dengan kekayaan bersih mencapai US$115 miliar atau Rp1.610 triliun. Bezos menjadi satu dari tiga orang kaya di dunia yang memiliki kekayaan di atas US$100 miliar.

Jan Koum mengejar mimpi

Jan Koum bersama ibu dan neneknya adalah imigran asal Ukraina yang datang ke Amerika Serikat di umur 16 tahun. Lewat bantuan program dinas sosial, keluarganya bisa tinggal di sebuah apartemen kecil. Sang ibu bekerja sebagai pengasuh (baby-sitter), sementara Jan remaja bekerja sebagai tukang sapu di toko kelontong.

Didorong oleh keinginan besar untuk punya kehidupan yang lebih baik, maka di luar jam kerja, Jan belajar sendiri mengenai jaringan komputer. Ketertarikannya terhadap programming membawanya ke San Jose State University. Dia sempat bekerja sebagai seorang security tester untuk membantu membiayai sekolah dan mendapatkan jabatan sebagai insinyur infrastruktur di Yahoo! pada tahun 1997.

Awal 2009, Jan dan partnernya Brian Acton meluncurkan aplikasi WhatsApp. Ia ingin membuat aplikasi yang bisa menampilkan update status seseorang di daftar kontak ponsel, misalnya ketika hampir kehabisan baterai atau sedang sibuk. Banyaknya orang yang “lupa password” kemudian mengilhami munculnya aplikasi ini, yang hanya perlu sekali login menggunakan nomor HP, yang tidak mungkin dilupakan orang. Selain itu, komitmen Whatsapp untuk bebas dari iklan juga menambah daya pikatnya.

WhatsApp yang sukses besar kemudian dijual ke Facebook seharga $19 Milyar. Estimasi kekayaan pria 43 tahun ini, diperkirakan mencapai US $6,8 Miliar.

Sumber: CNN, TheMuse, Wikipedia, Forbes

Spread the love

Leave a Comment





Scroll To Top