Skip to content
Membangun kekayaan mental manusia demi kehidupan yang lebih bernilai

3 Faktor Utama Untuk Jadi Juara

Ketika seorang atlet hadir di sebuah kejuaraan, sekadar tampil dan menjadi penggembira saja tak akan cukup. Seorang atlet dengan mental pemenang pasti akan berjuang sekuat tenaga untuk meraih yang terbaik. Semangat, daya juang, tekad kuat, latihan, hingga faktor lain—termasuk keberuntungan—sering menjadi faktor pembeda, sehingga satu atlet bisa juara atau sekadar jadi penggembira.

Dari pengalaman dipercaya menjadi motivator untuk atlet-atlet yang berjuang di berbagai kejuaraan internasional, saya melihat ada tiga faktor utama yang menjadi pembeda. Pertama, fighting spirit; kedua champion wisdom; dan ketiga champion mindset.

Fighting spirit atau semangat pejuang harus dimiliki oleh semua atlet. Di arena pertandingan, mereka sebenarnya sedang “berperang”. Dan, hanya yang punya semangat juang yang unggullah yang akan jadi pemenang sesungguhnya. Ini bisa dilatih dan diasah dengan mengikuti banyak kejuaraan atau pertandingan. Makin banyak seorang atlet berlatih dan bertanding di arena kompetisi—di mana ia akan berhadapan langsung dengan lawan dengan berbagai karakter berbeda—ia akan memiliki fighting spirit yang lebih terasah. Ibarat seorang prajurit yang berjuang di medan laga, ia akan makin tangguh sebagai prajurit pilihan setelah melalui banyak pertempuran. Atau, seperti banyak disebut dalam berbagai kalimat bijak, seorang pelaut yang tangguh adalah mereka yang telah berhasil mengarungi badai dan derasnya gelombang. Sehingga, dengan bekal banyak latihan dan bertanding, teknik dan fisik seseorang akan makin memperkuat dan mempertajam fighting spirit-nya.

Selanjutnya, soal champion wisdom. Ini merupakan bekal kebijakan seorang atlet dalam menyikapi hasil apa pun yang didapat selama bertanding. Dengan champion wisdom, seorang atlet dalam bertanding selalu berpikir positif, baik kemenangan atau kekalahan yang didapat. Saat menang/unggul, ia tak menjadi jumawa. Saat kalah/tertinggal, ia pun tak lantas putus asa. Mereka selalu sadar, bahwa kemenangan hari ini, bukan berarti kemenangan esok hari. Kegagalan hari ini, bukan pula lantas akan gagal esok hari. Karena itu, atlet yang memiliki bekal champion wisdom yang tinggi, sanggup “bertarung” menghadapi apa pun kondisi yang terjadi.

Kemudian bekal ketiga adalah champion mindset atau berpikir sebagai pemenang. Ini bukan sekadar berpikir untuk selalu menjadi juara. Namun, ini merupakan pola pikir yang meresap ke dalam setiap gerakan, tindakan, hingga perbuatan, bahwa menjadi pemenang bukan harus berupa medali dan penghargaan semata, tapi ditunjukkan pada sikap secara keseluruhan. Karena itu, atlet yang memiliki bekal champion mindset selalu menempatkan diri sebagai “juara” dalam kesehariannya. Baik menghargai lawan, tak pernah menganggap enteng siapa pun yang dihadapi, mendengar ucapan pelatih dan masukan positif lainnya, selalu serius dalam setiap kali latihan, dan berbagai sikap positif lainnya. Dengan memiliki pola pikir semacam ini di keseharian, saat bertanding, seorang atlet akan memiliki kesiapan 100% bahkan lebih.

Pembaca yang luar biasa,

Jika tiga faktor utama tersebut sudah dimiliki, saya menambahkan, tegang saat akan/sedang bertanding itu biasa. Tapi, sebagai seorang bermental juara, tentu harus berjuang habis-habisan. Jika perlu atau situasi memungkinkan, bisa berteriak kencang untuk mengafirmasi diri (“Saya bisa juara, saya bisa juara!!!”) serta mempertebal rasa percaya diri.

Selamat bertanding! Salam sukses, luar biasa!!!

 

Spread the love

Leave a Comment





Scroll To Top