Rating Artikel :     
| Oleh |
: Andrie Wongso |
| Penerbit |
: AW Publishing |
| Cetakan I |
: Desember 2007 |
| Ukuran |
: 13 X 18.5 cm |
| Halaman |
: 226 halaman |
| ISBN |
: 978-979-99744-2-6 |
| Harga |
: Rp 50.000 |
Sejarah sebenarnya adalah
torehan kisah yang bisa jadi sarana pembelajaran bagi semua. Karena itu,
siapapun penuturnya, asal disampaikan dengan jujur dan apa adanya, pastilah
mengandung banyak hal yang bisa dipelajari dan dimaknai.
Namun, tentu, sejarah akan
jadi lebih kaya jika dituturkan oleh seseorang yang mengalaminya sendiri.
Karena itu, banyak tokoh yang kemudian menyusun puzzle kehidupannya dengan menulis otobiografi. Ini sah-sah saja.
Tetapi, jika biografi itu ditulis oleh orang lain, tentu akan jauh lebih kaya
dan sarat makna. Sebab, justru dari kacamata orang lainlah, sosok seseorang
bisa dikenal seutuhnya. Ibarat saat ingin melihat diri sendiri, kita pasti
butuh bantuan cermin.
Fungsi cermin inilah yang
diposisikan sangat tepat oleh sang penulis buku Andrie Wongso; Sang Pembelajar.
Sebagai seorang isteri dari motivator nomor satu Indonesia, Lenny Wongso mampu menulis buku ini dengan sangat
cerdas. Ia mengulik sisi kehidupan Andrie yang tak pernah terungkap sebelumnya
dengan rangkaian cerita yang sangat inspiratif.
Meski berada sangat dekat
dengan figur yang ditulisnya, Lenny Wongso tetap mampu menjaga orisinalitas
tulisannya sehingga tak terjebak pada idiom buku motivasi. Bahkan, buku ini
justru bisa hadir menjadi semacam kumpulan cerita bersambung yang sangat
menarik dibaca oleh siapa saja.
Bagaimana kisah awal
perjumpaan Andrie dan Lenny yang sangat unik, lucu, dan segar, membuat buku ini
mampu membuka berbagai sisi menarik dari seorang Andrie Wongso. Betapa
perjuangan cintanya yang sempat ditentang mertua (orang tua Lenny), ternyata
justru menumbuhkan semangat juang demi hidup yang membara. Niat membuktikan
menjadi yang terbaik, demi sebuah cinta dan harapan, membuat Andrie tumbuh
dengan karakter kuat dan semangat yang tak pernah padam.
Hal itu juga yang terlihat
dari kisah masa kecilnya yang mungkin terasa sangat pahit. Saking miskinnya,
hanya dengan mencium aroma masakan sebuah restoran, Andrie kecil sudah
merasakan kenikmatan yang luar biasa. Gemblengan hidup keras dan tekad mengubah
nasib inilah yang mampu diungkap Lenny dengan kisah yang bukan hanya menyentuh,
tapi sangat memotivasi siapa saja pembacanya.
Berbagai pertanyaan
tentang sosok Andrie Wongso terjawab tuntas dalam buku ini. Bagaimana ia yang
hanya SDTT mampu menyunting gadis keluarga berada yang lulusan sarjana hukum
menjadi jelas dalam buku ini. Bagaimana pula kiatnya dalam menjalankan
perusahaannya, Harvest dan berbagai usaha lain juga diungkap dengan lebih
dalam.
Dari berbagai kisah
itulah, kita bisa memetik banyak pelajaran penting dari sepotong sejarah milik seorang
Andrie Wongso. Jika judul buku menyebut Andrie Wongso sebagai "Sang
Pembelajar", memang itulah dirinya apa adanya. Melalui penderitaan hidup, ia
mampu meraih semua impian sehingga dapat meraih keindahan dan nilai terbaik
kehidupannya. Tak salah jika kemudian ia mendapat julukan motivator nomor satu Indonesia. Sebab, semua motivasinya muncul dari pengalaman
pribadi sehingga ruhnya mampu menusuk hingga ke relung hati setiap
pendengarnya.
Buku ini juga menjelaskan
bahwa filosofinya "Success is My Right" memang benar-benar murni dari hal yang
dialaminya. Selain itu, kesediaannya berbagi semangat dan motivasi, juga
menjadi bukti bahwa Andrie Wongso memang layak untuk mendapat satu predikat
lagi: Sang Pembelajar Sejati.
Karena itu, membaca buku
ini tak lagi hanya membaca semacam pelajaran sejarah, namun membaca kisah
pembelajaran hidup senyatanya. Bahwa hidup butuh diperjuangkan, bahwa sukses
adalah hak setiap orang, bahwa manusia selayaknya tak boleh berhenti belajar,
sebagaimana semangat seorang Andrie Wongso yang terus menyala dalam setiap
langkahnya memotivasi bangsa...
Segera hadir seluruh toko buku
terkemuka di Indonesia.
Anda juga bisa memesannya sekarang juga melalui web di AW Shop
|